Wakil Bendahara PC NU Ciamis Kerjakan Lawatan Bersilahturahmi Ke PWNU Jawa Barat

Wakil Bendahara PC NU kabupaten ciamis lakukan lawatan bersilahturahmi ke tempat tinggal Ketua Pengurus Daerah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH. Juhadi Muhammad, di Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, Sabtu (19/07/2025). Lawatan ini adalah sisi dari usaha memperkuat komunikasi PC NU kabupaten ciamis,

Kh. Abdul lathif khan S.Ag sebagai wakil bendahara PC NU kabupaten ciamis memperjelas jika bersilahturahmi ini bermakna vital dalam membuat sinergitas, “Bersilahturahmi ini menjadi momen penting untuk memperkuat sinergitas PC NU kabupaten ciamis.”papar KH Abd lathif Khan, S.Ag.

Kami lakukan ini dengan semata-mata mata berkhidmat ke pimpinan NU terkhusus nya ke tempat tinggal ketua PWNU Jawa Barat.

Di lain sisi Kh Juhadi muhamad, beliau ialah anutan aku, baik pada berdakwah,berorganisasi,usaha atau dalam bersyiasyah.

Kh.Juhadi muhamad menunjukkan tempat ikan tambak selebar 12 hektar, ini sebagai anutan untuk aku, tidak dari sisi agamis beliau seorang pembisnis peternak ikan tambak.”tutur Abdul Lathif Khan, S.Ag.

Kh. Juhadi muhamad memberi pesan ke aku Gus jika berkhidmat di NU jangan sebab ada apanya, berkhidmatlah dengan hati yang ikhlas untuk siarkan agama islam dengan metode yang dibawa oleh beberapa pendiri nahdlatul Ulama.”tegas kh. Abdul lathif khan.S.Ag

Kami harap dengan silaturahmi ke ketua PWNU Jawa Barat ini, yang pertama aku kangen ke beliau, kangen akan beberapa ilmunya, baik dari sisi politik, usaha atau pengetahuan mengenai keislaman.”ujarnya.

Ciamis Sikat Juara 3 Mode Show Produk Lokal dalam Sunda Karsa Fest Jawa barat 2025

Kabupaten Ciamis mencatatkan lagi prestasi membesarkan hati di ajang propinsi. Dalam ajang besar Sunda Karsa Fest: Kreasi Inovatif Jawa Barat (KKJ) x West Java Sharia Economic Festival (WJSEF) 2025, Ciamis sukses menyikat Juara 3 dalam lomba Mode Show Produk Lokal yang berjalan semarak di Trans Convention Centre dan Trans Studio Mall Bandung, 17-20 Juli 2025.

Gelaran ini adalah hasil kerjasama di antara Pemerintahan Wilayah Propinsi Jawa Barat dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat. Aktivitas ini menjadi sisi dari Minggu Kerajinan Jawa Barat (PKJB) yang mengangkat semangat pengokohan ekonomi inovatif berbasiskan budaya sebagai cara ke arah Jawa barat Spesial.

Mode show produk lokal menjadi satu diantara acara yang paling ditunggu, dituruti oleh semua kepala wilayah dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Kabupaten Ciamis tampilkan daya tarik dan kekhasan produknya melalui peragaan baju yang dipegang secara langsung oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Ciamis, Hj. Kania Ernawati Herdiat.

Performa menawan Hj. Kania sukses menarik perhatian juri dan pengunjung, sampai pada akhirnya Ciamis dikukuhkan sebagai juara ke-3 dalam persaingan berprestise ini.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ikut menyemarakkan acara dengan berjalan pada atas catwalk bersama putrinya, Ni Hyang Sukma Ayu, kenakan baju ciri khas Jawa Barat. Kedatangan ke-2 nya makin hidupkan situasi sekalian memperlihatkan loyalitas pimpinan wilayah dalam memberikan dukungan produk lokal.

Ketua Dekranasda Jawa barat, Noneng Komara Nengsih, mengutarakan jika mode show ini adalah bentuk nyata dalam mempromokan kekayaan baju lokal yang siap berkompetisi di pasar umum. “Berikut bentuk riil kesayangan pada produk anak negeri. Kita bukan hanya memperlihatkan, tetapi juga menggerakkan supaya produk lokal mempunyai harga jual tinggi,” katanya.

Tidak cuma mode show, Sunda Karsa Fest 2025 menyuguhkan beragam aktivitas menarik seperti talkshow, bazzar UMKM, pameran dusun rekreasi, workshop, persaingan talenta, sampai Grand Final Mojang Jajaka Jawa barat 2025. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat ikut memberikan fasilitas penerapan acara ini dengan mendatangkan pertunjukan budaya dan produk ekraf favorit.

Moment ini menjadi selingan warga, dengan kehadiran beberapa public figure seperti Isyana Sarasvati, Andien, Armand Maulana, Natasha Rizki, Ustaz Maulana, sampai Prilly Latuconsina, yang tampil mempesona sepanjang empat hari penuh.

Prestasi Kabupaten Ciamis dalam gelaran ini menjadi bukti riil jika kemampuan budaya lokal bisa menjadi motor pendorong ekonomi inovatif wilayah. Semangat ini sesuai dengan misi Jawa Barat sebagai propinsi inovatif yang memadankan adat, pengembangan, dan kerjasama.

Kanwil Kemenkum Jawa barat Harmonisasi Raperbup Standard Harga Ciamis, Rekonsilasi Perpres Jadi Sorotan Khusus

Kantor Daerah Kementerian Hukum Jawa Barat (Kanwil Kemenkum Jawa barat) melangsungkan aktivitas harmonisasi Perancangan Ketentuan Bupati (Raperbup) Ciamis mengenai Standard Harga Berbelanja Wilayah Tahun Bujet 2026. Acara yang diadakan dengan virtual pada Kamis (17/7/2025) ini adalah sisi dari peranan saranai pembangunan produk hukum wilayah. Aktivitas ini dituruti oleh Team Pokja Harmonisasi 3 Kanwil Kemenkum Jawa barat dan barisan Pemerintahan Kabupaten Ciamis, termasuk Kepala Tubuh Pengendalian Keuangan Wilayah, Kepala Tubuh Rencana Pembangunan Wilayah, dan Kepala Sisi Hukum yang datang dari Ruangan Rapat Suhendro Hendarsin.

Aktivitas ini dilakukan berdasar instruksi dari Kepala Kantor Daerah Kemenkum Jawa barat, Asep Sutandar, yang selanjutnya dilanjutkan ke Kepala Seksi Ketentuan Perundang-undangan dan Pembimbingan Hukum, Funna Maulia Massaile, untuk dilakukan oleh team pokja berkaitan. Pengaturan Raperbup ini adalah instruksi dari ketentuan perundangan yang semakin tinggi, seperti Ketentuan Pemerintahan Nomor 12 Tahun 2019 mengenai Pengendalian Keuangan Wilayah. Peraturan itu memercayakan jika berbelanja wilayah harus berdasar pada standard harga unit regional, analitis standard berbelanja, dan standard tehnis yang diputuskan Ketentuan Kepala Wilayah.

Dalam sesion harmonisasi, Team Pokja Kanwil Kemenkum Jawa barat memberi sejumlah catatan vital untuk pembaruan draf. Satu diantara sorotan khusus ialah pentingnya rekonsilasi tambahan yang perlu merujuk pada Ketentuan Presiden Nomor 72 Tahun 2025, tidak lagi Perpres Nomor 33 Tahun 2020 yang sudah ditarik. Disamping itu, team mereferensikan pembahasan kembali judul raperbup supaya sesuai dengan amanat ketentuan yang semestinya meliputi analitis standard berbelanja, standard tehnis, dan standard harga unit. Teknik pengaturan dan penulisan perlu disamakan Tambahan II Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011.

Menurut draf yang diulas, Ketentuan Bupati ini nanti akan berperan sebagai dasar dalam rencana dan penerapan Bujet Penghasilan dan Berbelanja Wilayah (APBD) Kabupaten Ciamis. Standard Harga Berbelanja Wilayah yang diputuskan bisa menjadi batasan paling tinggi yang tidak bisa dilalui dalam pengaturan Gagasan Kerja Bujet (RKA) SKPD. Standard itu meliputi empat elemen khusus, yakni Standard Harga Barang (SHB), Harga Unit Dasar Aktivitas (HSPK), Analitis Standard Berbelanja (ASB), dan Standard Ongkos Umum (SBU).

Lewat proses harmonisasi ini, diharap Raperbup Standard Harga Berbelanja Wilayah Kabupaten Ciamis Tahun Bujet 2026 bisa menjadi produk hukum yang kompak dan implementatif. Penyelarasan dengan ketentuan perundang-undangan terkini dan pembaruan intisari atau tehnis penulisan menjadi kunci. Ini mempunyai tujuan untuk pastikan pengendalian keuangan wilayah di Kabupaten Ciamis bisa jalan dengan lebih efisien, efektif, dan akuntabel sesuai konsep tata urus pemerintah yang bagus

Langkah Satreskrim Polres Ciamis Share Perhatian di Jumat Karunia

CIAMIS – Satreskrim Polres Ciamis selalu punyai taktik tepat dalam memberi kenyamanan dan perasaan aman ditengah-tengah masyarakat

Jumat Karunia ini diharap bisa memperkuat tali bersilahturahmi di antara kepolisian dan warga, sekalian mengurangi beban ekonomi masyarakat yang memerlukan.

Ini kali, Satreskrim membagi bungkusan sembako ke warga di Desa Lebak Lipung, Dusun Imbanagara, Kecamatan Ciamis, Jumat (18/7/2025).

Kehadiran team yang dipegang secara langsung oleh Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Carsono, S.H., dan ikut ditemani oleh beberapa kanit dan anggota Satreskrim yang lain disongsong hangat oleh warga.

Kapolres Ciamis, AKBP Hidayatullah, S.H., S.I.K., lewat Kasat Reskrim ungkap jika kontribusi sembako yang diteruskan adalah bentuk perhatian Polres Ciamis pada kesejahteraan warga, terutama di daerah perdesaan.

“Aktivitas ini adalah usaha Polres Ciamis selalu untuk datang di tengah warga. Kami akan berusaha datang untuk warga, seperti satu diantara usaha yang sudah dilakukan oleh Unit Reskrim Polres Ciamis ini hari,” jawa barat AKP Carsono.

Sebagai wakil masyarakatnya, Ketua RW setemoat, Odong, sampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian Polri yang diperlihatkan Polres Ciamis.

“Kami benar-benar mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kontribusi dari Polres Ciamis. Mudah-mudahan aktivitas positif semacam ini jadi berlanjut,” katanya. (Susi/Times Indonesia)

Pengurus Baru PGRI Kabupaten Ciamis Pusatkan 100 Hari Kerja

Semangat baru memberi warna Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Ciamis selesai pengukuhan pengurus komplet saat bakti XXIII masa 2025-2030 yang diadakan di Wisma PGRI Ciamis, Rabu, (16/7).

Pengukuhan ini kali mengususng topik “Guru Berkualitas, Indonesia Maju dan Guru Luar biasa, Indonesia Kuat” yang menggambarkan loyalitas kuat beberapa pengajar dalam tingkatkan kualitas pendidikan dan membuat angkatan bangsa yang pintar, unggul dan berwatak.

Momen pengukuhan ini menjadi awalnya dari cara baru PGRI Ciamis dalam mempekuat peranan guru sebagai ujung tombak pembangunan sumber daya manusia, sekalian menjawab rintangan dunia pendidikan di zaman kekinian.

Pengurusan ini diharap sanggup bawa udara segar dalam kenaikan kualitas dan profesionalisme tenaga pengajar untuk diwujudkannya pendidikan yang unggul sebagai dasar perkembangan Indonesia.

Ketua PGRI Kabupaten Ciamis, Drs. Edi Rusyana, M.Pd. (Apih Edi) sampaikan jika pengurusan sekarang ini sudah tercipta secara utuh, dimulai dari elemen pembimbing, pengurus harian, sampai semua sektor. Proses pembangunan ini adalah kerja hasil formatur saat Pertemuan Kabupaten (Konkab) yang pernah diadakan di Kabupaten Pangandaran. “Pengukuhan ini menjadi pucuk proses dari panjang pembangunan susunan organisasi,” katanya ke beberapa mass media, Rabu (16/7).

Apih Edi ajak semua anggota PGRI Ciamis untuk tinggalkan dinamika bersaing yang terjadi sepanjang Konkab. Menurut dia, sekarang ini ialah waktu yang pas untuk berpadu, merekonsiliasi ketidaksamaan dan perkuat kerjasama tidak ada pemisahan barisan. “Aku mengutamakan keutamaan semangat kelompok dalam satu kesatuan PGRI Kabupaten Ciamis buat menjaga perkembangan organisasi secara bersama,” jelasnya.

Langkah pertama yang hendak dilakukan oleh pengurusan baru ialah melakukan program kerja 100 hari. Jadwal fokus dalam periode pendek ini meliputi pengaturan kembali Wisma PGRI, lawatan bersilahturahmi ke Bupati Ciamis, dan beragam program intern yang lain. “Semua aktivitas itu diperuntukkan untuk menyesuaikan gerak organisasi dengan peraturan pemda dan inspirasi anggota,” kata Apih Edi.

Disamping itu, PGRI Kabupaten Ciamis akan mengulas bersama Dinas Pendidikan berkenaan waktu masuk sekolah. Walaupun Gubernur Jawa Barat sudah keluarkan selebaran untuk mengawali aktivitas belajar mengajarkan pada jam 06.30 WIB. Tetapi, katanya, di daerah Kabupaten Ciamis peraturan ini masih juga dalam tahapan pengkajian dan untuk saat ini jam masuk masih tetap jam 07.00 WIB seperti umumnya.

Dalam soal advokasi peraturan, PGRI Kabupaten Ciamis ikut mengumandangkan inspirasi guru dan tenaga kependidikan yang dengan status Karyawan Pemerintahan dengan Kesepakatan Kerja (PPPK). “Kami memberikan dukungan cara vital supaya ada pembukaan lajur perubahan status PPPK menjadi PNS, searah dengan perjuangan yang sekarang sedang diusahakan pada tingkat nasional,” tuturnya.

Apih Edi mengharap semua pengurus bisa memikul amanah dengan penuh tanggung-jawab, pengabdian dan kredibilitas. “Guru mempunyai peranan vital dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan pengurusan yang baru ini, silahkan kita perkokoh kolaborasi di antara guru, pemerintahan dan warga untuk merealisasikan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan di Kabupaten Ciamis. Dengan dilantiknya pengurusan baru ini, PGRI Ciamis diharap sanggup mendatangkan beberapa program kerja yang solutif, menginspirasi dan berpengaruh riil pada kenaikan kualitas pendidikan. Pengurus baru didorong agar semakin terbuka pada inspirasi beberapa guru di atas lapangan dan jadikan PGRI sebagai rumah bersama inklusif, professional dan progresif, ” ujarnya. (Mamay)

Prediksi Cuaca Kabupaten Ciamis Hari Ini, Jumat 18 Juli 2025

Berikut informasi cuaca terbaru untuk daerah Kabupaten Ciamis dan sekelilingnya.

Tubuh Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah keluarkan prediksi cuaca Kabupaten Ciamis untuk ini hari, Jumat, 18 Juli 2025.

Untuk penyiapan mengawali melakukan aktivitas, sebaiknya ketahui informasi cuaca selama seharian ini, supaya masih tetap siaga dan dapat mengantisipasi saat lakukan aktivitas di luar rumah.

Berikut perkiraan cuaca Kabupaten Ciamis ini hari, Jumat, 18 Juli 2025 yang diambil dari situs sah BMKG.

Cuaca di Kabupaten Ciamis diprediksikan ceria berawan. Dengan temperatur udara 20°C – 27°C dan kelembapan 68% – 97%.

BMKG keluarkan peringatan awal akan kekuatan berlangsungnya awan yang bisa dibarengi petir atau kilat dan angin ribut di siang sampai sore hari mendekati malam.

Demikian informasi cuaca ini hari di Kabupaten Ciamis. Masih tetap menjaga kesehatan dan selamat melakukan aktivitas.

Drs. H Wawan Ruhyat,M.M, Plt Satpol PP sekalian ASDA 3 Kab Ciamis, Animo Aktivitas Matsama MAN 2 Ciamis

Ciamis,huntsman2ciamis

Saat Ta’aruf Pelajar Madrasah (Matsama) di MAN 2 Ciamis menjadi peristiwa penting untuk beberapa pelajar baru untuk bukan hanya mengenali lingkungan sekolah, tapi juga terima pembelajaran bernilai mengenai keterdisiplinan dan kesiagaan hadapi musibah. Aktivitas yang diadakan di atas lapangan upacara madrasah ini memperoleh animo tinggi dari Drs. H. Wawan Ruhyat, M.M., yang memegang sebagai Eksekutor Pekerjaan Kepala Satpol PP sekalian Pendamping Wilayah Sektor Administrasi Umum Kabupaten Ciamis. Rabu(16/07/2025).

Dalam peranannya sebagai pembimbing apel, Drs. H. Wawan Ruhyat, M.M. memperjelas keutamaan beberapa nilai disiplin dan tanggung-jawab yang perlu dimasukkan sejak awal. Dia mengatakan support penuh pada aktivitas Matsama yang dipandang seperti fasilitas efektif dalam membuat watak pelajar baru supaya mempunyai semangat berkebangsaan yang kuat. Bahkan juga faksinya ajak pelajar untuk menyukai lingkungan madrasah dan memberikan keterdisiplinan sebagai kunci keberhasilan.

“Aktivitas semacam ini benar-benar penting untuk tumbuhkan keterdisiplinan, rasa tanggung-jawab, dan kesayangan pada lingkungan madrasah,” katanya.

Selainnya memberi instruksi dan motivasi, pihkanya menghargai kedatangan petugas dari Unit Eksekutor Tehnis Wilayah (UPTD) Pemadam Kebakaran Kabupaten Ciamis yang ikut berperan serta pada aktivitas itu. Kedatangan mereka mempunyai tujuan memberi pembelajaran ringkas berkenaan pengendalian kebakaran dan keutamaan kesiagaan musibah. Sebagai sisi dari Satpol PP, petugas Damkar datang untuk memberi servis yang berguna terutama dalam soal keselamatan dan pelindungan masyarakat madrasah.

Dalam sambutannya, faksinya berikan motivasi beberapa pelajar untuk selalu bekerja maju dalam memburu harapan. Dia ajak beberapa pelajar untuk memberikan disiplin sebagai fondasi kesuksesan.

“Saat seseorang diam diri, kita telah jalan. Saat mereka jalan, kita telah berlari. Dan saat mereka berlari, kita telah tiba,” bebernya penuh semangat.

Dia juga mengharap, dari angkatan MAN 2 Ciamis nantinya akan ada pimpinan-pemimpin bangsa, dimulai dari camat sampai presiden.

Dalam pada itu, Kepala MAN 2 Ciamis, Drs. Aris Mujiraharjo, M.Pd., ikut sampaikan rasa terima kasih atas support yang diberi Pemerintahan Wilayah, Terutama Satpol PP dan UPTD Damkar dalam memberikan dukungan penerapan Matsama tahun pelajaran 2025/2026. Menurut dia, kolaborasi ini penting dalam membuat watak pelajar yang bukan hanya pintar secara akademis, tapi juga peduli pada lingkungan dan mempunyai kesadaran tinggi pada musibah.

“Kami mengharap pembelajaran ini bisa tumbuhkan semangat kebersama-samaan dan disiplin yang kuat di kelompok pelajar baru,” ucapnya

Dia memperjelas loyalitas madrasah untuk menemani pelajar pada proses evaluasi, hingga mereka menjadi angkatan yang unggul, peduli, dan memiliki jiwa berkebangsaan tinggi

Ketertarikan peserta Matsama kelihatan dari respon positif beberapa pelajar baru. Jihanulisa Nurul, satu diantara peserta, akui memperoleh wacana baru dari pembelajaran Damkar mengenai keutamaan kesiagaan hadapi keadaan genting.

“Materi yang diberi benar-benar buka mata aku mengenai bagaimanakah cara melakukan tindakan saat terjadi kebakaran atau musibah,” bebernya.

Hal seirama dikatakan Haikal Agis Nurfazri, yang merasa terpacu oleh pesan semangat dari pembimbing apel.

“Bapak pembimbing memberi motivasi besar untuk aku supaya terus berprestasi dan disiplin saat belajar,” katanya.

Aktivitas Matsama di MAN 2 Ciamis bukan sekedar pengenalan lingkungan belajar, tetapi gelaran vital untuk memberikan beberapa nilai kehidupan penting. Dengan kerjasama di antara madrasah, Satpol PP, dan Damkar, diharap pelajar baru dapat tumbuh menjadi individu yang disiplin, peduli lingkungan, dan siap hadapi rintangan masa datang, termasuk kesiagaan pada musibah. (HR)

‘Kuli-Kuli Allah’ Mengumpulkan Kencleng Rp 22 Miliar di Beberapa ratus Dusun Ciamis, Ini Faedahnya untuk Dusun

Uang receh kencleng warga dusun di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, capai miliaran rupiah. Infak dari program Kenclengisasi Unit Pengumpul Zakat Dusun Ciamis Tubuh Amil Zakat Nasional (Baznas) itu bahkan juga sukses kumpulkan dana dari Rp 22 miliar dalam periode waktu setahun.

Direktur Pengkajian dan Peningkatan ZIS-DSKL Baznas RI, Muhammad Hasbi Zaenal menerangkan, Kenclengisasi adalah program Baznas Ciamis yang baru diawali pada 2023. Program ini muncul dari ada ide Baznas Ciamis untuk layani warga Ciamis dengan menukar mekanisme counter menjadi mekanisme celengan setiap rumah.

“Jadi ini baru. Awalnya itu lewat apa namanya mekanisme counter ya. Jika sebetulnya ini bermula dari ide dari Baznas Ciamis layani warga Ciamis barusan, selanjutnya sounding ke Bupati Ciamis dan bupati sepakat lantas dihimpun semua camat dan kades jika tahun 2022 awalnya dibentuklah semua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dusun,” terang Hasbi ke Republika pada Rabu (16/7/2025).

Hasbi menjelaskan, UPZ di Ciamis sendiri sudah dibuat dengan serempak di semua dusun Ciamis yaitu sekitar 258 dusun.”Itu dibuat serempak, semuanya dibuat namanya Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang disebut center servis zakat di semua dusun (di Ciamis),” tutur Hasbi.

Sesudah mendatangkan UPZ setiap dusun, Baznas selanjutnya membuat proses dan tata langkah pengendaliannya. UPZ dusun sebetulnya memulai program ini dengan pulling di mana warga disuruh tiba ke counter selanjutnya memberikan bantuan ke petugas UPZ dusun. Pada 2023, mekanisme itu beralih menjadi Kenclengisasi.

Hasbi mengatakan jika peralihan mekanisme itu dilandasi karena warga merasa belum memperoleh servis yang gampang.

“Satu tahun 1/2 itu kelihatannya kurang efektif karena warga itu kurang mendapatkan servis yang termudah, sulit ibaratnya harus tiba ke lokasi dan waktunya kan mungkin tidak ada, ke sawah mengurus anak semua macem. Hingga ini kurang efektif,” terang ia.

Mekanisme distribusi kenclengisasi

Hasbi menerangkan dalam mendukung kenclengisasi ini, UPZ Dusun bekerjasama dengan setiap RT untuk menunjuk kolektor yang bekerja menempatkan dan mengumpulkan celengan.

Tiap rumah diberi dua celengan oleh beberapa kolektor. Hasbi menerangkan, dua celengan itu akan diambil dan ditempatkan dengan berganti-gantian pada kondisi tersegel.

“Tiap rumah tangga itu harus ada dua kencleng (celengan) kan kencleng satu yang ditempatkan, satu kembali cancelengnya kelak buat saat diambil canceleng yang lama ditempatkan, canceleng yang baru demikian terus berganti-gantian, canceleng-nya tersegel,” tutur Hasbi.

Hasbi menambah penghimpunan celengan ini dilaksanakan satu bulan sekali di awal atau bulan akhir, bergantung dari tiap-tiap UPZ dusun. Sesudah kolektor kumpulkan celengan, dana yang digabungkan akan dihitung dengan tingkat RT di RW di tempat. Seterusnya, dana itu digabungkan lagi dan dihitung di UPZ dusun untuk tingkat dusun. Sesudah dihitung di setiap dusun, UPZ Dusun selanjutnya memberikan hasil infaq ke Baznas Ciamis.

Di Baznas Kabupaten Ciamis, infaq yang terhimpun akan ditulis dan dihitung memakai lagi mesin kalkulasi dengan memerlukan waktu 3 hari termasuk proses pencairan. Dari hasil pencairan oleh Baznas Ciamis akan diberi dengan utuh ke setiap dusun yang hendak memberi hasil kencleng ke tiap RT. Dana itu bisa dialokasikan ke warga yang memerlukan.

“Lantas sepanjang 3 hari itu diolah, nach sesudah 3 hari itu dana tadi per dusun, perdesa barusan dibalikkan ke dusun itu agar diteruskan untuk dialokasikan dan itu full kembali penuh ya, seperti yang dihimpun contohnya ia ingin kumpulkan Rp 10 juta akan balik Rp 10 juta,” jelas Hasbi.

Hasbi menerangkan jika Ciamis sendiri lewat program Kenclengisasi sukses memperoleh Rp 2 miliar dari semua dusun setiap bulan yang selanjutnya bisa dipakai untuk menangani persoalan setiap dusun.

“Dari kencleng semacam itu, itu tiap bulan Rp2 miliar nach itu kan tetapi semua dusun ya, tiap bulan itu Rp2 miliar dari semua dusun itu program kencleng itu, itu kan jika digunakan buat menuntaskan beberapa masalah daerah orang daerah tidak perlu pergi ke kota (atau) ke kabupaten, langsung dituntaskan oleh dusun itu,”tutur ia.

Pembagian ini juga disebut oleh Hasbi memiliki sifat charity ke warga yang tidak bisa bayar sekolah, sakit, tidak sanggup beli makanan, terbelit hutang dan lain-lain.

Tidak cuma menuntaskan persoalan di dusun sendiri, Hasbi menerangkan jika sesuatu dusun termasuk sejahtera dan mempunyai tersisa dana lebih karena itu bisa dialokasikan atau diarahkan ke dusun yang lain memerlukan. Dengan persyaratan, dana itu sudah terendap atau mungkin tidak dipakai sepanjang 3 bulan.

Beda hal dengan keperluan pemberdayaan seperti keperluan modal usaha. Waktu yang diperlukan untuk endapan dana zakat sepanjang 6 bulan. Kemudian, dana itu baru bisa dicairkan.

Memperkuat UPZ Dusun Sebagai Ujung Tombak

Untuk pemberian infaq ke yang memerlukan, Hasbi mengatakan jika UPZ dusun mengarah pada referensi setiap RT. Sesuai data yang terdapat, kontribusi akan diberi atau direferensikan ke Baznas Ciamis bila dana tidak sedang ada.

“Akan mencoba meminta ada referensi dari RT dahulu, nach baru kemudian UPZ dusun memberi kontribusi tersebut. Jika UPZ dusun tidak ada dananya, kelak dapat direferensikan dari UPZ Dusun, kelak di Baznas Ciamis diberikan langsung dananya, menjadi semua itu dibalikan dahulu ke UPZ Dusun.” terang Hasbi.

Hasbi menjelaskan jika langkah ini dilaksanakan buat memperkuat posisi dusun yang bukan hanya sebagai pengumpul celengan tapi juga mempunyai kelembagaan.

“Sebetulnya bahasa kita itu memperkuat posisi UPZ Dusun . Maka UPZ Dusun bukan hanya sebagai pengumpul bukan hanya sebagai Industri, tetapi juga ia dikuatkan dengan kelembagaannya menjadi tidak dapat segera ke Ciamis itu tidak dapat,”tutur ia.

Hasbi menerangkan jika BAZNAS Ciamis sendiri adalah mekanisme yang terpusat, hingga tersentral di satu UPZ dusun di setiap dusunnya. Dikatakan oleh Hasbi, mekanisme pengendalian itu sisi dari hak BAZNAS Kabupaten sesuai Ketentuan Pemerintahan (PP) Nomor 14 Tahun 2014 dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 mengenai Pengendalian Zakat yang atur penerapan zakat.

Untuk Hasbi, UPZ Dusun adalah sisi dari rantai mekanisme, hingga bila ada kekeliruan didalamnya karena itu pendistribusianannya tidak efektif. “Silakan bapak ibu dusun mana silakan koordinir dengan UPZ Dusun, itu sisi dari rantai-rantai mekanisme, jika rantainya dibolong kelak akan sulit dan zakat ini bisa menjadi rebutan warga di ciamis, ini kan terantai hingga dari sana akan terpetakan,” minta Hasbi.

UPZ dusun berperanan sebagai pendistributor dana zakat. Hasbi mengatakan jika sesudah pendistribusian, warga yang memperoleh zakat akan ditulis oleh Baznas Kabupaten Ciamis. Hasbi mengatakan jika ini adalah teknik satu pintu.

“Kelak, usai semua pendistribusian, mereka-mereka semua yang bisa dana zakat itu selanjutnya ditulis oleh Baznas Kabupaten Ciamis, diantar oleh UPZ dusun, menjadi semua itu satu pintu lewat UPZ dusun yang tiba ke Baznas Ciamis,”

Hasbi mengimbau jika dengan servis satu pintu ini diusahakan supaya warga dari RT dan RW tidak butuh bertandang ke Baznas, karena ujung tombak mereka ialah UPZ Dusun. Dia menerangkan jika cuma UPZ Dusun yang mempunyai hak untuk terkait dengan Baznas Ciamis.

“Jadi RT RW tidak perlu tiba ke Baznas Ciamis, semua itu lewat UPZ dusun . Maka, yang memiliki hak untuk masuk kantor Baznas Ciamis itu cuma UPZ dusun. UPZ dusun harus mengoordinir RT RW yang terdapat di bawahnya itu,” tegas Hasbi.

Bekerja sebagai Kuli-kuli Allah

Hasbi mengatakan, setiap UPZ Dusun mempunyai empat sampai lima petugas amil. Dia merasa takjub sama yang dilaksanakan oleh Baznas dan UPZ Dusun Ciamis. Saat sebelum menjadi anggota UPZ Dusun, Baznas Ciamis lakukan pembimbingan psikis amil UPZ Dusun yang mengutamakan jika ini ialah pergerakan ceramah. Hasbi mengatakan jika mereka menyaksikan ini sebagai sisi dari karier kuli-kuli Allah SWT yang bekerja karena Allah SWT.

“Dan ini kuli-kuli Allah semua kuli-kuli Allah, kitanya bekerja karena Allah . Maka memang dari segi remunerasi (imbalan) itu sedikit kecil barangkali bisa 300 ribu /bulannya, ada yang 300 ribu, ada yang 1 juta,”katanya.

Hasbi mengutarakan, yang memantik semangat beberapa petugas amil itu bukan nominal. Mereka sadar dari hasil yang mereka kerjakan mempunyai imbas untuk menuntaskan persoalan di dusun mereka sendiri. Untuk Hasbi, ini akan menjadi amal jariah.

Hasbi memperjelas, program Kenclengisasi ini layani semua umat Islam, baik itu muzakki (orang yang wajib bayar infaq), munfiq (orang yang berinfaq) termasuk fakir miskin bisa berinfaq, dan mushaddiq (orang yang bersedekah).

Sekarang ini, Hasbi memperinci telah ada sekitar 17 ribu dari 80 ribu dusun semua Indonesia yang telah mengawali program sama. Namun, program itu baru hanya pembangunan UPZ dusun, belum terkoordinir secara masif dan tersistem seperti Ciamis.

“Tetapi, dari semua itu yang baru terkoordinir secara masif dengan tersistem, baik sama tingkat RT, RW s/d kabupaten itu yang kami nilai itu baru Kabupaten Ciamis, lainnya masih penyeleksian alam jatohnya (belum tersistem),” jelas Hasbi.

Infak berkesinambungan

Ketua Baznas Kabupaten Ciamis Lili Miftah menjelaskan, program kenclengisasi berawal dari ide untuk membuat mekanisme penghimpunan infak yang enteng, tidak memberatkan warga, tetapi berkesinambungan, tutur ia seperti dikutip dari situs kabciamis.baznas.go.id.

Program ini menggerakkan masyarakat menyisihkan uang recehan hasil kembalian berbelanja seperti Rp 500 atau Rp1.000 ke celengan rumah tangga. Bila digerakkan dengan masif, kekuatan dananya hebat. Bahkan juga, dusun yang pernah cuma kumpulkan Rp1,lima juta /bulan sekarang sanggup raih sampai Rp10 juta.

Walau hadapi rintangan tehnis seperti hitung jumlahnya coin, Baznas Ciamis sudah memperhitungkannya dengan mesin penghitung uang logam. Sampai sekarang, program ini sudah sentuh angka Rp 11 miliar, dengan Rp7 miliar salah satunya asal dari infaq dusun cuma dalam kurun waktu 4 bulan.

BAZNAS Ciamis sendiri, katanya, menarget pengumpulan dana sejumlah Rp 25 miliar di tahun 2025, bertambah dari perolehan Rp22 miliar lebih pada tahun sebelumnya.

Rumor Beras Tidak Sama sesuai Kualitas dan Sangkaan Pengoplosan, DKUKMP Ciamis Sebutkan Produk yang Diindikasi di Beberapa Retail Sudah Diambil

Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Ciamis menyikapi berkaitan ada rumor pelanggaran kualitas dan sangkaan pengoplosan pada beras premium di pasar dan retail kekinian.

Bukan hanya itu, DKUKMP Kabupaten Ciamis sudah bekerjasama dengan retail kekinian, seperti Alfamart dan Yogya Dept Toko. Mereka sudah menarik beberapa produk beras yang diindikasi persoalan itu.

Kepala DKUKMP Ciamis, Dadan Wiadi lewat Kabid Marketing, Asep Sulaeman benarkan faksinya sudah lakukan koordinir dengan beberapa retail yang terdapat di Kabupaten Ciamis.

“Beberapa retail seperti Yogya Dept Toko dan Alfamart sudah menarik produk yang diindikasi, menjadi daripada nanti bikin rugi. Retail itu menarik beberapa produk beras yang diindikasi hal tersebut (beras tidak sesuai dengan kualitas dan sangkaan pengoplosan),” ucapnya, Rabu (16/7/2025).

Menurut Asep, untuk persoalan ini faksinya akan bekerjasama dengan pemerintahan atau Kementerian berkaitan. Tetapi, pokoknya untuk sekarang ini beberapa produk beras di ritel-ritel dan diindikasi dalam pergerakan kasus telah diambil lagi.

“Adapun beberapa produk beras premium yang diindikasi dalam kasus ini ibarat merek Sania dan Fortune,” katanya.

Asep menghimbau ke warga di Tatar Galuh Ciamis supaya tidak kuatir dan cemas berkaitan ada rumor ini. Tetapi, dia memberi pesan supaya lebih cermat dalam beli beras di pasar atau retail kekinian.

“Semoga persoalan ini dapat selekasnya kelar, hingga tidak ada yang tidak untung,” ujarnya.

Kasat Binmas Polres Ciamis Berikan Materi Pembelajaran di Acara Matsama MAN 2 Ciamis

Ciamis,- Humasman2ciamis

Kasat Binmas Polres Ciamis, AKP Karunia Komara, S.H., M.H., memberi materi pembelajaran ke beberapa siswa baru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Ciamis dalam rencana aktivitas Saat Ta’aruf Pelajar Madrasah (Matsama) Tahun Pelajaran 2025/2026. Aktivitas itu berjalan di atas lapangan upacara MAN 2 Ciamis. Kamis (15/07).

Materi yang dikatakan mencakup ulasan penting berkenaan kenakalan pada remaja, Undang-Undang Informasi dan Transaksi bisnis Electronic (UU ITE) untuk siswa, pelanggaran lalu lintas , dan bahaya penyimpangan narkoba.

Dalam peluang itu, AKP Karunia Komara, S.H,M.H mengutamakan supaya beberapa siswa pahami imbas negatif dari kenakalan pada remaja dan penyimpangan sosial media. “Seorang siswa harus paham dan mengerti akan imbas dari kenakalan pada remaja, penyimpangan sosial media, pelanggaran lalu lintas , dan sebagainya. Ini penting supaya mereka dapat menjadi angkatan yang pintar dan bertanggungjawab,” katanya.

Kasat Binmas mengingati jika walaupun beberapa pelajar tetap di bawah usia, apabila sudah lakukan pelanggaran yang masuk ranah pidana, kepolisian tetap menangani sama sesuai proses hukum anak. Bahkan juga, jika sudah diputuskan oleh pengadilan, siswa itu tetap jalani hukuman penjara. “Penjara khusus anak di Jawa Barat ada di Cirebon,” terang AKP Karunia Komara.

Disamping itu, pelanggaran pidana berpengaruh pada catatan kepolisian yang terdaftar di SKCK (Surat Info Catatan Kepolisian). SKCK berlaku sepanjang umur, hingga bila ada catatan jelek, hal tersebut dapat memengaruhi masa datang siswa itu. Oleh karenanya, Kasat Binmas menghimbau supaya beberapa pelajar menghindar dari segalanya yang mempunyai potensi memunculkan permasalahan hukum, khususnya yang terkait dengan tindak pidana.

Kasat Binmas mengingati beberapa pelajar selalu untuk mematuhi ketentuan lalu lintas buat menghambat kecelakaan, dan menjauhi dari narkoba yang bisa menghancurkan masa datang mereka. Aktivitas ini diharap bisa membuat kesadaran dan nilai positif pada diri beberapa siswa supaya terbebas dari beberapa hal negatif yang mempunyai potensi bikin rugi.

Publikasi ini adalah sisi dari usaha Polres Ciamis dalam membuat jalinan lebih kuat dengan dunia pendidikan dan warga, dan membuat lingkungannya yang aman dan aman.

Dalam pada itu, Kepala MAN 2 Ciamis, Drs. Aris Mujiraharjo, M.Pd.I, sampaikan animo atas materi yang telah did berikan. Materi ini penting untuk memperlengkapi pelajar supaya lebih sadar akan tanggung-jawab dan resiko dari tiap perlakuan mereka, khususnya dalam hadapi rintangan kenakalan pada remaja, penyimpangan tehnologi, dan narkoba.

“Kami benar-benar memberikan dukungan dan mengucapkan terima kasih ke Polres Ciamis terutama Kasat Binmas yang sudah memberi pembelajaran langsung ke pelajar baru kami” bebernya

Selanjutnya, faksinya menambah, aktivitas semacam ini menjadi sisi dari pendidikan watak yang kami berikan di MAN 2 Ciamis. Kami mengharap beberapa pelajar bukan hanya pandai secara akademis, tetapi juga mempunyai kesadaran hukum dan kepribadian yang kuat untuk menghindar dari persoalan yang bisa bikin rugi diri kita dan seseorang.

Satu diantara pelajar baru yang ikuti Matsama, Jihanulisa Nurul, mengatakan, materi yang dikatakan benar-benar buka wacana kami mengenai bahaya kenakalan pada remaja dan keutamaan waspada dalam memakai sosial media.

“Aku menjadi lebih sadar selalu untuk menaati ketentuan dan menjauhi dari beberapa hal negatif untuk masa datang yang lebih bagus.” katanya. (HR)

Kumpulan Berita Dan Informasi Mengenai Daerah Ciamis